Fadillah13

A. Si Umbi Rendah Kalori

Tanaman Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) berasal dari Amerika Tengah.Di Asia Tenggara tanaman ini pertama kali ditanam di Filiphina. Beberapa abad yang lalu. Beberapa orang menyebut bengkuang sebagai buah,tetapi para ahli bersepakat untuk menggolongkan tanaman berumbi ini sebagai sayuran.
Bengkuang banyak digunakan dalam masakan Asia Timur dan Asia tenggara.Di Indonesia bengkuang biasa dimakan mentah sebagai rujak atau sebagai isi lumpia.Bengkuang adalah salah satu umbi yang banyak mengandung air kandungan air dalam 100 gram umbi bengkuang sekitar 85,1 gram.Dengan kandungan air yang banyak.Kalori bengkuang menjadi sangat kecil karena hanya mengandung sedikit padatan. Dalam 100 gram bengkuang hanya meyumbang kalori sebesar 55 kcal.Walaupun tidak memberikan sumbangan energi,peran air dalam makanan tidak dapat kita sepelekan.Air adalah komponen penting yang menyusun tubuh.Sekitar 75% bagian tubuh manusia terdiri atas air.Sehingga keberadaanya sangat berarti untuk kelangsungan metabolisme dan fisiologi tubuh. Bengkuang bermanfaat bagi para penderita Hiperglikemia.Bengkuang baik untuk dikonsumsi oleh para penderita Hiperglikemia. Dengan kandungan air yang cukup besar. Menyantap bengkuang akan memberi sumbangan kalori dan tidak berpotensi untuk meningkatkan indeks Glikemik. Bengkuang juga bisa melancarkan Proses pencernaan,menjaga kadar gula darah,kaya vitamin C (menghindarkan gusi berdarah,sariawan,mencegah radang tenggorokan,membuang lendir atau dahak pada saat batuk),Kaya isoflavon,Menurunkan kolesterol,mengatasi eksem. Efek negatif Bengkuang (menyebabkan Diare dan sering kencing) Tidak disarankan untuk penderita Gagal Ginjal.

Fadillah13

Ada beragam alasan mengapa teh hijau dijadikan sebagai salah satu minuman kesehatan oleh produsen minum ringan. Berikut 10 manfaat nyata dari teh hijau yang telah diteliti oleh para ahli, sehingga Anda patut untuk mengganti minuman bersoda dari daftar kesukaan Anda.

1. Teh hijau dapat membantu perlindungan terhadap kanker. Menurut U.S. National Cancer Institute, kandungan katekin dalam polifenol yang terdapat pada teh hijau memiliki peranan penting dalam pencegahan kanker.

Penelitian selanjutnya menyimpulkan bahwa oksidan tak aktif polifenol, mengurangi jumlah dan ukuran tumor, serta menghalangi pertumbuhan sel kanker. Penelitian serupa secara khusus juga telah dilakukan terhadap kanker kandung kemih, payudara, ovarium, esofagus (bagian dari alat pencernaan berupa saluran yang membawa makanan dari kerongkongan ke perut), paru-paru, pankreas, prostat, kulit dan perut.

2. Teh hijau dapat membantu mencegah aterosklerosis. Antioksidan dalam teh hijau juga dipercaya untuk mencegah penumpukkan lemak di dalam pembuluh darah dengan menekan proses oksidasi LDL (kolesterol jahat). Antioksidan ini juga mengurangi kemungkinan penggumpalan darah dan membantu arteri (pembuluh darah) menjadi rileks sehinga dapat melancarkan aliran darah.

3. Teh hijau dapat membantu menjaga kadar kolesterol baik. Penelitian menyatakan bahwa teh hijau menurunkan kolesterol secara keseluruhan dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) pada hewan dan manusia. Polifenol dalam teh hijau membantu menghadang proses penyerapan usus dan melancarkan pengeluarannya dari dalam tubuh.

4. Teh hijau dapat membantu mengendalikan diabetes. Teh hijau telah digunakan secara tradisional untuk mengendalikan gula darah dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu pengaturan glukosa dalam tubuh.

5. Teh hijau dapat membantu melawan penyakit pada hati. Teh hijau sepertinya melindungi hati dari efek buruk senyawa beracun seperti alkohol.

6. Penurunan berat badan. Ekstrak teh hijau mampu meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lemak. Beberapa peneliti menduga polifenol, khususnya katekin yang bertanggung jawab dalam proses pembakaran lemak.

7. Rileksasi. Minum secangkir teh hijau hangat dapat membantu menghasilkan perasaan rileks dan meningkatkan daya ingat karena kandungan asam amino L-teanin di dalamnya.

8. Teh hijau dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Penelitian yang dilakukan The Brigham and Women’s Hospital menyebutkan bahwa kandungan teanin dalam teh hijau meningkatkan kapasitas sel Gamma Delta T untuk melawan penyakit dan membantu tubuh melawan infeksi.

9. Teh hijau membantu memperkuat sistem pencernaan dan pernafasan karena kandungan bioflavonoid.

10. Teh hijau merupakan anti bakterial dan membantu mencegah lubang di gigi.

Minum dua hingga tiga cangkir teh hijau sehari (mengandung 240 hingga 320 mg polifenol) sangat dianjurkan. Inilah cara terbaik mendapatkan antioksidan teh hijau dari bentuk alaminya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...